Cerpen Terlanjur Sayang
TERLANJUR SAYANG Sebuah Cerpen Romansa Penuh Drama dan Emosi Oleh: Slamet Riyadi Senja turun perlahan di atas Kota Kuala Kapuas. Langit di ufuk barat berwarna jingga kemerahan, memantulkan cahaya lembut di permukaan Sungai Kapuas Murung. Angin sore berembus pelan, membawa aroma air sungai dan tanah basah yang selalu mengingatkan Susanti pada rumah. Dari teras rumahnya di sebuah lingkungan sederhana di Kuala Kapuas, Susanti duduk sambil memeluk lutut. Matanya tidak benar-benar memandang ke arah sungai, meskipun pandangannya telah lama tertuju ke sana. Pikirannya sedang berada di tempat lain. Atau, lebih tepatnya, pada seseorang. Andika. Nama itu kembali hadir, seperti biasanya. Tidak pernah benar-benar pergi. Susanti menarik napas panjang. “Kenapa harus dia?” gumamnya lirih. Pertanyaan itu sudah terlalu sering ia tanyakan kepada dirinya sendiri. Namun, seperti semua pertanyaan yang berhubungan dengan hati, tidak pernah ada jawaba...